Monday, February 15, 2010

Ratna Sarumpaet Segera Luncurkan Film

Ketika Anda belajar mengenai sesuatu yang baru, mudah untuk merasa kewalahan oleh jumlah semata-mata informasi yang relevan yang tersedia. Artikel informatif ini akan membantu Anda berfokus pada titik pusat.
Jakarta (ANTARA) - Seniman sekaligus aktivis perempuan Ratna Sarumpaet akan segera meluncurkan film terbarunya yang bercerita tentang kisah cinta dibalik kerusuhan Maluku.

"Saya berencana untuk meluncurkan sebuah film dengan latar belakang kerusuhan di Maluku," kata Ratna Sarumpaet kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Ratna menjelaskan, jalan cerita dari filmnya diangkat dari kisah dalam novel yang ditulisnya sendiri.

"Pada saat ini saya sedang menyelesaikan sebuah novel yang akan diterbitkan sekitar bulan Maret 2010, dan cerita dalam novel itu akan saya angkat menjadi sebuah film," katanya.

Ratna menjelaskan, novel tersebut merupakan novel cinta dengan judul "Mutiara Dari Timur" dan menceritakan tentang dua tokoh yang saling jatuh cinta di tengah kerusuhan di Maluku.

Anda yang belum terbiasa dengan kata kunci pada% terbaru% kini memiliki setidaknya pemahaman dasar. Tapi ada lagi yang akan datang.

"Kerusuhan tersebut menjadi penghambat bagi mereka untuk menjadi sepasang kekasih," katanya.

Ia menambahkan novel tersebut membawa pesan moral bahwa cinta kasih antarmanusia dapat terjadi dalam keadaan apa pun, bahkan dalam suasana perang sekalipun.

Ratna mengatakan ia menceritakan dan menggambarkan mengenai kerusuhan di Maluku dengan cukup detail sebagai latar belakang kisah cinta yang dialami tokoh dalam novel tersebut.

Meskipun tidak bisa menyebutkan waktu pasti peluncuran filmnya namun Ratna menegaskan bahwa ia akan melakukannya dalam waktu dekat ini.

"Saya belum dapat memastikan tanggal atau bulannya, yang pasti sesegera mungkin," katanya.

Apabila film tersebut jadi diluncurkan, maka itu akan menjadi film kedua Ratna setelah film perdananya "Jamila dan Sang Presiden" yang berhasil meraih berbagai penghargaan di festival film Internasional di luar negeri.

"Ada kesamaan antara film perdana dan film kedua saya nantinya, yakni keduanya mengangkat soal fakta sosial yang ada di Indonesia," katanya.

Nah, itu tidak sulit sama sekali, bukan? Dan kau telah memperoleh kekayaan pengetahuan, hanya dari mengambil beberapa waktu untuk mempelajari kata-kata seorang pakar pada astaga.com lifestyle on the net.

No comments:

Post a Comment