Yogyakarta (ANTARA) - Sekitar 2.000 seniman akan memeriahkan Festival Kesenian Yogyakarta 2010 yang merupakan salah satu kegiatan kesenian terbesar di Indonesia, diselenggarakan setiap tahun di Yogyakarta. "Konsep yang akan dibangun dalam kegiatan kesenian itu adalah ingin mengangkat seluruh aktivitas seni yang ada di Yogyakarta," kata Ketua Panitia Penyelenggara Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2010 Kasidi Hadi Prayitno di Yogyakarta, Minggu. Menurut dia, potensi seni masyarakat jika dapat dikembangkan secara maksimal dapat memunculkan kreativitas yang tidak terkira. Oleh karena itu, FKY 2010 yang diselenggarakan pada 7 Juni hingga 7 Juli 2010 itu akan menjadi tolak ukur ekspresi seni di Yogyakarta. Anda mungkin tidak mempertimbangkan segala sesuatu yang baru saja Anda baca untuk menjadi informasi penting tentang berita terbaru. Tapi jangan kaget jika Anda menemukan diri Anda sendiri mengingat dan menggunakan informasi ini dalam beberapa hari mendatang.
"FKY 2010 tidak akan kehilangan roh budayanya, karena Yogyakarta sebagai kota budaya tetap akan ditonjolkan dalam penyelenggaraan kegiatan kesenian tersebut," kata Kasidi yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia mengatakan, hal itu sesuai dengan yang diharapkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X bahwa roh budaya dari FKY tidak boleh hilang. Yogyakarta adalah kota budaya sehingga kegiatan FKY tidak boleh parsial. "Berkaitan dengan hal itu, panitia telah melakukan persiapan yang lebih lama dan matang untuk menyelenggarakan FKY 2010. Kami akan menampilkan FKY tahun ini lebih semarak dibanding penyelenggaraan sebelumnya dengan tetap mengedepankan sisi budaya," katanya. Untuk pendanaan, menurut dia, semuanya murni dari APBD DIY sebanyak Rp500 juta. Namun demikian, panitia juga diperbolehkan untuk mencari sponsor dari pihak swasta untuk mendukung kegiatan tersebut. "Jika tahun lalu tidak boleh ada sponsor karena bertepatan dengan agenda pemilihan presiden, tahun ini panitia boleh mencari dana dukungan. Hal itu diharapkan akan membuat kegiatan kesenian itu lebih semarak," katanya.
"FKY 2010 tidak akan kehilangan roh budayanya, karena Yogyakarta sebagai kota budaya tetap akan ditonjolkan dalam penyelenggaraan kegiatan kesenian tersebut," kata Kasidi yang juga dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia mengatakan, hal itu sesuai dengan yang diharapkan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X bahwa roh budaya dari FKY tidak boleh hilang. Yogyakarta adalah kota budaya sehingga kegiatan FKY tidak boleh parsial. "Berkaitan dengan hal itu, panitia telah melakukan persiapan yang lebih lama dan matang untuk menyelenggarakan FKY 2010. Kami akan menampilkan FKY tahun ini lebih semarak dibanding penyelenggaraan sebelumnya dengan tetap mengedepankan sisi budaya," katanya. Untuk pendanaan, menurut dia, semuanya murni dari APBD DIY sebanyak Rp500 juta. Namun demikian, panitia juga diperbolehkan untuk mencari sponsor dari pihak swasta untuk mendukung kegiatan tersebut. "Jika tahun lalu tidak boleh ada sponsor karena bertepatan dengan agenda pemilihan presiden, tahun ini panitia boleh mencari dana dukungan. Hal itu diharapkan akan membuat kegiatan kesenian itu lebih semarak," katanya.
No comments:
Post a Comment